ayah,..
sosok seorang pria yang tangguh,..penyayang,..melindungi keluarga,…ramah,..yang pasti ada dalam benak kita saat terdengar orang menyebutnya. namun apa jadinya jika itu semua telah dikalahkan oleh sikap egois yg terlalu jauh menguasai diri seorang pria itu.
semua yg dibayangkan tadi pudar seketika ketika ego menyerang setiap sel-sel otaknya dan mengendalikan semua tingkah lakunya walaupun setelah kembali sadar ada setitik penyesalan atas semua itu. tapi kembali ke ego yg telah berkuasa maka kata “maaf” pun enggan untuk keluar menyapa seseorang yg mana perasaannya hancur lebur dikala ego menyerang ayahnya dan berimbas kepadanya,..
namun dengan seorang ibu yg selalu berpihak kepadanya dan menasehatinya selalu maka ia tak pernah sempat dan mampu untuk membenci pria itu. walaupun terkadang terlintas hal yg seperti itu.
dia sadar,..seperti apapun dia membenci pria itu,..dia yakin jauh di balik dunia keegoisan pria itu,..dia pasti telah bekerja keras demi keluarganya,..rela pulang pergi kerja hanya dengan sebuah sepeda motor…entah hujan..panas,..debu asap mobil yg selalu mendahuluinya dan maut yg mengintai setiap saat sewaktu melintasi jalan bebas hambatan itu,..30 km pulang pergi jalan yg ditempuh setiap hari hanya untuk membawa keluarganya ke kehidupan yg lebih baik..layaknya yg dilakukan oleh pria lain kepada keluarganya.
dulu sebelum sampai pada kehidupan yg sekarang ini,..sang anak tak jarang melihat ayahnya yg dari luar oleh orang2 dibilang tlah mapan dalam ekonomi terlihat tidur di kursi tamu dengan baju yg sobek pd bahagian lehernya dengan wajah yg telah terukir entah itu kesedihan,..kelelahan,…atau berbagai permasalahan pria itu tertidur lelap walaupun sang anak yakin si pria itu tak dapat tidur dengan lelap.
untuk seseorang yg kupanggil “ayah”,…
seorang pria yg tak pernah mampu ntuk ku benci,..karena dengan tetesan keringatnya lah sampai saat ini ku bisa melihat dunia,menikmati indahnya dunia,mengetahui bagaimana dunia dan mempelajari dunia itu…
seseorang yg tak bisa lepas dari jiwa ku walaupun kata “maaf” tak sanggup keluar dari mulutnya..
seseorang yg tak bisa kulupakan begitu saja walaupun dia menamparku ratusan kali,…
jauh dari dunia yang dikuasai oleh keegoisan itu “apapun yg akan terjadi aku akan selalu bangga padamu, ayah.”
karena tak akan ada sosok ayah kedua yg akan menggantikanmu walapun dengan segala kesempurnaan sekali pun..
karena dengan segala kekurangan dan kelebihan mu itulah aku bangga padamu.
-cerita untuk sang pria dari seorang manusia kecil yg bangga padanya-